Testimoni Madu ASI UMI – Astri, Seorang Teller Bank ASI Lancar walau sedang bekerja

Cara Memperbanyak ASI: Siapa bilang, kehamilan dan lahiran Anak hanya urusan suami dan istri saja? Perlu diingat ada pihak-pihak lain yang bakal ikut merecoki urusan ini-itu ibu hamil dan juga bayinya. Nah, saat kelahiran Ditya kemarin, Eyangnya yang cukup bikin ribet aku dan suami. Biasakan, ibu ataupun ibu mertua selalu begitu, entah terlalu sayang sama cucunya atau memang kitanya yang ngerasa beda pengasuhan dengan beliau-beliau.

Masih ingat banget, pas aku dan Mas bilang ke ibu mertua tersayang ini kalau kami memutuskan bahwa aku akan kembali bekerja setelah lahiran, masih terngiang-ngiang banget sampai sekarang kata-kata ibu mertua:

“Kamu jangan egois, Astri. Pikirkan anakmu! Gimana kalau dia sakit atau kenapa-kenapa? Masih bayi sudah kamu tinggal-tinggal!”

Cukup down dan menangis lama karena kata-kata ibu mertua waktu itu. Mas juga tidak mungkin melawan atau membantah ibunya, sengaja kami biarkan ibu tenang terlebih dahulu baru dikomunikasikan lagi. Memang disaat-saat genting penuh masalah seperti ini, komunikasi harus efektif dan jangan sampai salah paham terlebih kami adalah ibu dan anak.

Akhirnya ibu mertua mengerti juga, dan sepakat kalau aku boleh kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan habis dengan satu syarat; Ditya harus asi eksklusif, tidak boleh susu formula, sama sekali.

Kumpulan Testimoni bisa dilihat di Youtube

 

Jujur aku sangat panik saat mendengar syarat dari ibu mertua waktu itu. Tapi apa boleh buat, aku dan Mas cuma bisa mengangguk. Kami berdua sadar, anak yang ada dikandunganku waktu itu akan menjadi cucu pertama di keluarga besar Mas, wajar ibu mertua sangat protektif, dia hanya ingin yang terbaik untuk cucunya. Bukan main senangnya saat dengan cucu pertamanya laki-laki. Hanya itulah sebenarnya alasan para kakek nenek yang kebanyakan over protektif sama cucu mereka, terlalu sayang.

Nah, setelah lahiran dan perawatan bayi yang cukup lancar. Masalah akhirnya muncul, ASI-ku susah dipompa saat aku sudah mulai kerja! Sepertinya ini karena cukup kelelahan dan tekanan emosional akibat suasana pekerjaan.

Apalagi saat mulai bekerja bertepatan dengan waktu menjelang akhir tahun dimana bank sangat sibuk. Menjadi teller sekaligus memikirkan bagaimana anak dirumah menyita perhatianku sampai-sampai ASI susah sekali untuk dipumping.

Pada saat sudah pulang sekalipun, saat disapih langsung ASI-ku sangat sedikit, Ditya kerap menangis rewel. Dan masalah terbesarnya, janjiku pada ibu mertua serta omelannya yang mau tidak mau harus aku dengar.

Untung saja, teman kantor Mas menawarkan Madu ASI UMI. Tentu saja aku berani mencoba madu ini karena rekomendasi dari kenalan pula. Banyak produk madu beredar yang aspal – asli tapi palsu. Tentu untuk ibu menyusui, asupan bahan berbahaya harus dihindari. Untung saja Madu ASI UMI ternyata terbuat dari bahan-bahan alami seperti ekstra daun katuk yang dikenal sebagai booster terbaik untuk memperlancar ASI. Terdapat pula ekstra pegagan, Sari Kurma yang tidak diragukan lagi khasiatnya, propolis dan tentu saja madu.

Rasa Madu ASI Umi ini manis seperti layaknya madu biasa, hanya saja agak terasa ada ampasnya karena kandungan tambahan didalam madu. Biasanya sih aku minumnya dicampur dengan satu gelas air hangat dipagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur.

Mau tau hasilnya? Tidak perlu waktu lama, setelah konsumsi rutin, akhirnya ASI-ku deras kembali dan bisa pumping dengan lancar disela-sela kerja. Selain Ditya dapat asupan ASI yang melimpah, aku juga gak gampang lelah. Meskipun menjadi ibu pekerja, akhirnya aku tenang karena kebutuhan ASI untuk anakku tercukupi dengan baik. Dan yang gak kalah penting, mertua juga jadi tenang deh..

Terimakasih Madu ASI Umi.

Bagi Bunda yang berminat Mencoba Madu ASI UMI
Silahkan Klik https://vitasi.net/maduasi/

 

Bagi para bunda yang sudah mencoba madu asi umi dan ingin berbagi silahkan kirimkan ceritanya via email
maka bunda akan mendapatkan bingkisan spesial sebagai apresiasi kami

Leave a Comment