Cara Mengobati Puting Lecet Saat Menyusui / Obat luka pada payudara saat menyusui


Cara Mengobati Puting Lecet Saat Menyusui :
Bunda tentunya selalu ingin memberikan segala yang terbaik untuk sang buah hati kan? ASI menjadi salah satu hal terbaik yang harus diberikan oleh Bunda kepada buah hatinya. Selama 2 tahun pertama, Bunda disarankan untuk memberikan ASI eksklusif agar nutrisi anak terpenuhi. Namun, sayangnya proses menyusui yang dilakukan terkadang tidak luput dari berbagai masalah. Salah satu masalah yang pasti dihadapi Bunda selama proses menyusui adalah puting lecet. Kali ini kita akan mengulas mengenai penyebab puting lecet hingga cara mengobati puting lecet saat menyusui. Pembahasan ini diharapkan mampu memberikan semangat bagi Bunda untuk tetap memberikan ASI eksklusif pada buah hati dengan cara mencari penyebab puting lecet dan cara mengobatinya.

Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Bunda selama proses menyusui adalah puting berdarah saat menyusui. Kondisi di mana puting payudara Bunda yang berdarah ini akan dikategorikan dalam puting lecet yang bisa disebabkan oleh beberapa hal di antaranya sebagai berikut:

  • Infeksi Jamur

Hal pertama yang biasa menjadi penyebab puting lecet saat menyusui adalah infeksi jamur di mulut bayi, di mana jamur ini akan menempel ke puting Bunda saat proses menyusui berlangsung. Selain lecet, beberapa tanda bahwa puting mengalami infeksi jamur adalah munculnya kemerahan pada puting, rasa gatal, payudara terasa nyeri saat menyusui hingga permukaan puting yang terlihat mengkilap.

  • Tali Lidah

Jika Bunda belum tahu, tali lidah merupakan selaput yang menjadi penghubung antara dasar mulut denan bagian bawah lidah. Apabila selaput ini terlalu panjang atau terlalu pendek bisa menyebabkan masalah bagi bayi saat menyusu. Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh bayi inilah yang bisa memicu puting lecet pada payudara Bunda.

  • Saluran Susu Tersumbat

Jika Bunda perhatikan, kadang ada warna putih di saluran susu payudara. Apakah Bunda tahu nama atau istilah dari sesuatu yang berwarna putih ini? Meskipun tidak banyak yang tahu atau mempedulikan hal ini namun Bunda perlu tahu bahwa sesuatu berwarna putih yang biasanya muncul di saluran susu ini bisa menyebabkan puting lecet. Hal ini karena sesuatu berwarna putih yang merupakan lapisan kulit tipis ini menutupi saluran susu hingga tersumbat. Pada akhirnya bayi akan menyedot lebih kuat dan efeknya tentu puting bisa berdarah atau lecet jika terjadi terus-menerus.

  • Puting Melepuh

Pada dasarnya ada beberapa hal yang bisa memicu puting melepuh seperti penggunan pompa ASI yang tidak benar hingga salah posisi dalam menyusui. Untuk mengetahui apakah Bunda mengalami puting melepuh atau tidak adalah dengan melihat tanda dari masalah ini. Biasanya puting melepuh ditandai dengan rasa sakit selama menyusui hingga keluarnya cairan berdarah, bening (tidak berwarna) atau kuning dari puting susu.

  • Posisi Menyusui tidak Benar

Saat menyusui, Bunda harus melakukannya dengan benar. Pastikan bagian sekitar payudara masuk ke dalam mulut bayi dengan sempurna agar bayi tidak hanya menyedot bagian puting saja.

Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui

Tentunya mengetahui penyebab terjadinya puting lecet ini tidak serta-merta menyelesaikan masalah ini. Bunda juga harus membekali diri dengan pengetahuan tentang cara mengobati puting lecet. Pada dasarnya ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengobati puting lecet atau puting berdarah saat menyusui ini. Simak ulasannya berikut ini:

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – ASI

Apakah Bunda tahu bahwa ASI bisa digunakan untuk mengobati luka pada payudara saat menyusui? Nyatanya, ASI memiliki kandungan anti bakteri yang bagus untuk mengobati puting yang lecet. Tidak hanya itu, ASI juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit hingga mengeringkan luka lecet pada puting payudara Bunda. Cara pengobatannya juga sangat mudah lho. Bunda hanya perlu mengoleskan beberapa tetes ASI pada puting yang lecet. Lalu angin-anginkan hingga mengering. Bunda bisa mengoleskan ASI ini pada puting sebelum ataupun sesudah menyusui. Selama proses menyusui berlangsung, pastikan juga bahwa bra yang Bunda pakai selalu bersih dan nyaman.

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – Minyak Alami

Minyak alami menjadi salah satu bahan pelembab alami yang memiliki efek ajaib bagi kulit. Pada dasarnya, fungsi utama dari minyak alami ini adalah untuk melembabkan kulit yang kering. Bunda bisa menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun, minyak pohon teh, minyak almond hingga minyak kelapa untuk mengobati lecet pada payudara. Bahkan khusus untuk tea tree oil, ada kandungan anti septic yang bisa membantu mengobati luka lecet agar sembuh dengan lebih cepat.

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – Kompres Hangat

Cara selanjutnya yang bisa Bunda lakukan untuk mengobati luka atau lecet pada payudara saat menyusui adalah dengan menggunakan kompres hangat. Bunda hanya perlu menyediakan handuk kecil lembut dan air hangat. Celupkan handuk ke dalam air hangat dan peras sedikit agar air tidak menetes kemana-mana. Kemudian tempelkan handuk tadi ke payudara Bunda selama beberapa menit. Rasa hangat yang diberikan oleh handuk ini akan membuat kulit payudara lebih rileks dan mengurangi rasa sakit di puting Bunda yang lecet.

Tidak hanya itu, faktanya kompres hangat ini juga bisa Bunda lakukan setiap hari untuk membersihkan area puting lho. Selain mengobati luka lecet dan membersihkan payudara, kompres hangat ini juga bisa membantu untuk meningkatkan produksi ASI. Untuk efek yang lebih menyeluruh, Bunda juga bisa berendam air hangat secara berkala untuk menghilangkan penat dan membuat tubuh Bunda lebih rileks.

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – Lidah Buaya

Selanjutnya Bunda juga bisa memakai lidah buaya untuk mengobati puting lecet saat menyusui. Tentunya sudah menjadi rahasia umum bahwa lidah buaya memiliki kandungan yang mampu menenangkan kulit dan menyembuhkan kulit yang terluka secara alami. Bunda bisa menggunakan lidah buaya ini sebagai alternatif pilihan untuk mengobati luka pada payudara saat menyusui.

Namun, Bunda harus mengingat untuk membersihkan sisa lidah buaya yang dioles di payudara sebelum menyusui karena jika lidah buaya tertelan oleh bayi bisa menyebabkan diare. Selain itu, Bunda juga sebaiknya menggunakan lidah buaya asli dibandingkan dengan produk-produk lidah buaya yang biasanya sudah ada campuran alkohol dan lain sebagainya.

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – Madu

Madu menjadi salah satu bahan yang memiliki kandungan dan nutrisi baik untuk tubuh. Bahkan menurut suatu studi yang dilakukan di University of Auckland di New Zealand pada tahun 2009 lalu, terbukti bahwa madu bisa digunakan untuk menyembuhkan puting susu yang lecet dan nyeri akibat menyusui.

Namun, sebelum Bunda memutuskan untuk menggunakan madu sebagai obat luka pada payudara saat menyusui, sebaiknya Bunda pastikan apakah buah hati Bunda alergi terhadap madu atau tidak. Jika tidak ada reaksi alergi, maka Bunda bisa langsung menyusui tanpa membilas payudara terlebih dahulu setelah mengoleskan madu. Sebaliknya, jika Bunda takut buah hati mengalami alergi maka oleskan madu saat Bunda tidak menyusui dan bilas payudara Bunda sebelum menyusui buah hati.

Baca :  Juga Madu Pelancar ASI Madu ASI UMI

  • Obat Luka Pada Payudara Saat Menyusui – Teh Chamomile

Teh chamomile bisa dibilang sebagai salah satu jenis teh yang disukai oleh banyak orang. Karena itulah tidak sulit untuk menemukan teh jenis ini di rumah Bunda. Kabar baiknya, ternyata teh chamomile juga bisa digunakan sebagai obat luka pada payudara saat menyusui lho. Hal ini karena dalam teh chamomile terkandung anti mikroba dan anti inflamasi yang pastinya bagus untuk mengatasi luka pada payudara Bunda.

Cara penggunaannya juga sangat mudah, Bunda hanya perlu mencelupkan kantung teh chamomile ke dalam air lalu peras airnya. Kemudian tempelkan kantung teh tersebut pada puting yang lecet selama beberapa menit. Lalu cuci bersih dengan air hangat sebelum Bunda mulai menyusui kembali. Wah, selain enak diminum tak disangkan benda mungil kecil ini juga bisa membantu mengatasi masalah yang timbul saat Bunda menyusui ya..

Nah, bahan-bahan alami di atas sangat bagi Bunda gunakan karena tidak menimbulkan efek samping bagi kulit Bunda dan buah hati. Selain itu, pastikan Bunda membiarkan puting terkena udara, menyusui secara rutin, mengganti posisi menyusui secara berkala hingga menghindari pemkaian bra yang terlalu ketat.

Lanolin Cream untuk Puting Lecet

Selain menggunakan bahan-bahan alami di atas, Bunda juga bisa mengobati puting lecet dengan menggunakan produk yang mengandung lanolin. Jika anda belum tahu, lanolin merupakan suatu zat berminyak yang terkandung dalam bulu domba. Zat ini biasa digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat produk pelembab kulit. Lanolin sendiri memiliki manfaat untuk mencegah dan mengatasi kulit gatal, kering, kasar dan bersisik. Pada dasarnya lanolin ini akan bekerja dengan cara membentuk lapisan berminyak yang bertugas untuk menahan air pada lapisan kulit luar.

Nah, untuk itulah produk lanolin cream menjadi salah satu yang disarankan bagi ibu menyusui yang mengalami puting lecet. Produk yang menjadi rekomendasi sebagai salep untuk puting lecet adalah Lansinoh HPA Lanolin (Nipple Cream). Pada dasarnya lanolin terdiri dalam berbagai jenis yang dibedakan karena proses pemurnian yang dilakukan untuk mendapatkan lanolin. Lansinoh HPA Lanolin (Nipple Cream) yang satu ini diklaim menggunakan lanolin termurni di dunia di mana proses pemurnian yang dilakukan hanya menghilangkan unsur-unsur yang menimbulkan alergi.

Bagi Bunda yang saat ini sedang menyusui dan mengalami puting lecet atau berdarah, maka sebaiknya jangan diabaikan ata dibiarkan saja. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka ini bisa membawa dampak pikologis yang negatif pada Bunda dan buah hati. Selain cara alami yang bisa dipilih untuk mengobati puting berdarah saat menyusui, anda juga bisa menjatuhkan pilihan pada Lansinoh HPA Lanolin (Nipple Cream). Saat menggunakan lanolin cream ini, Bunda tidak perlu lagi untuk membersihkan puting sebelum mulai menyusui, karena kandungannya berupa bahan alami yang tidak berbahaya bagi tubuh.

Beberapa dari Bunda mungkin ada yang memiliki alergi terhadap domba atau kambing, namun hal ini tidak berbeda dengan krim lanolin ini. Hal ini karena Lansinoh HPA Lanolin (Nipple Cream) sudah mengalami proses pemurnian yang menghilangkan unsur-unsur yang bisa memicu alergi. Produk krim yang satu ini tersedia dalam 2 ukuran yaitu 40 gram dan 7 gram. Lansinoh HPA Lanolin (Nipple Cream) ukuran 40 gram dijual dengan harga sekitar Rp. 187.000 dan ukuran 7 gram seharga Rp. 90.000.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Bunda semua..

Leave a Comment