Cara Menyusui yang Benar agar Tidak Lecet


Cara Menyusui yang Benar :
Setiap wanita pasti memiliki impian yang sama yaitu menjadi ibu bagi anak-anaknya. Namun, proses untuk menjadi ibu juga tidak semudah yang dibayangkan. Faktanya, ada banyak hal yang harus dipelajari oleh setiap wanita sebelum benar-benar menjadi ibu terbaik bagi buah hatinya. Salah satu hal yang harus dipahami oleh para ibu adalah tugas-tugas utama terhadap buah hati, di mana mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi prioritas utama.

Agar anak bisa tumbuh dengan baik, maka Bunda harus mampu memberikan segala yang terbaik, termasuk ASI. ASI menjadi kebutuhan utama bagi anak saat masih bayi karena nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat baik dan bisa membantu tumbuh kembang si anak. Meskipun setiap ibu memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam memilih durasi pemberian ASI, namun sebaiknya Bunda memberikan ASI penuh kepada buah hati selama  2 tahun pertama.

Meskipun menyusui merupakan hal yang wajar dan lumrah dilakukan, namun bukan berarti kegiatan ini tidak memiliki kendala. Nyatanya, cukup banyak ibu di luar sana yang tidak bisa memberikan ASI secara sempurna kepada buah hatinya. Beberapa masalah atau kendala yang biasa terjadi saat proses menyusui adalah sebagai berikut:

  • ASI Tidak Keluar atau Tidak Lancar

Meskipun kodrat seorang ibu memang bisa menyusui buah hati, namun bukan berarti setiap ibu beruntung bisa memberikan ASI ekslusif. Faktanya ada beberapa ibu yang mengalami masalah berupa ASI yang tidak lancar atau tidak keluar. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti pola makan yang tidak sehat hingga gangguan hormon. Bunda bisa mencoba cara-cara alami untuk memperlancar produksi ASI, atau konsultasi dengan dokter jika Bunda merasa tidak berhasil dengan cara-cara alami.

  • Puting Susu Lecet

Lecet di sini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti bayi yang memiliki gigi, masalah pada tali lidah, mencabut payudara secara kasar, posisi menyusui yang tidak benar hingga kebiasaan buah hati untuk menghisap atau menggigit puting terlalu kuat.

Baca Juga : Cara Mengobati Puting Lecet Saat Menyusui / Obat luka pada payudara saat menyusui

  • Saluran Tersumbat

Penyumbatan pada payudara ini biasanya terdiri dari dua jenis yaitu adanya titik putih kecil di ujung puting dan mastitis. Kedua jenis penyumbatan ini sama-sama harus diatasi dengan cepat agar proses menyusui buah hati bisa dilakukan dengan lancar lagi. Untuk penyumbatan pertama, Bunda bisa menggunakan kuku tangan yang bersih untuk membuang titik putih. Sedangkan penyumbatan karena mastitis sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter.

  • Kandida

Kandida merupakan infeksi jamur yang biasanya dialami bayi pada mulut dan alat kelaminnya. Infeksi jamur ini bisa menyebar ke payudara Bunda saat proses menyusui berlangsung. Salah satu tanda infeksi jamur ini adalah terlihat bintik-bintik putih pada bagian udara Bunda. Bintik yang muncul ini teksturnya tebal dan terasa gatal serta membuat payudara nyeri. Cara terbaik mengatasi Kandida adalah dengan berkonsultasi ke dokter.

Cara Menyusui yang Benar agar Tidak Lecet


Putting susu yang lecet tentunya membuat Bunda merasa tidak nyaman saat menyusui buah hati. Salah satu penyebab utama puting susu lecet adalah posisi menyusui yang tidak benar. Nah, kali ini kita akan berbagi sedikit informasi kepada Bunda tentang cara menyusui yang benar agar tidak lecet:

  • Jangan Menyusui Bayi Di Saat yang Tidak Tepat

Poin pertama ini merujuk pada kondisi di mana bayi sedang tidak membutuhkan susu. Bunda tentu tahu bahwa bayi tidak akan meminta susu selama seharian penuh. Untuk itu, pastikan Bunda menyusui buah hati saat mereka memang haus atau lapar. Ada beberapa waktu tertentu di mana bayi menangis karena lapar, dan Bunda tentunya memiliki insting kapan buah hati membutuhkan susu. Hindari memaksakan bayi untuk menyusu karena ini bisa membuat bayi kurang nyaman dan puting susu menjadi lecet karena pemaksaan yang terjadi.

  • Lakukan Proses Menyusui dengan Rileks dan Tenang


Proses menyusui pada dasarnya harus dilakukan dengan rileks dan tenang. Pastikan kondisi Bunda dan buah hati sama-sama rileks agar proses menyusui bisa berlangsung dengan lancar. Akan lebih baik lagi jika Bunda bisa menyusui buah hati di tempat yang tenang sehingga tidak ada gangguan yang mungkin saja terjadi dan membuat proses menyusui menjadi terganggu. Dalam proses menyusui, Bunda harus nyaman dan

  • Posisikan Bayi Dekat dengan Payudara Bunda

Untuk bisa menyusui dengan benar agar puting susu tidak lecet, maka Bunda harus mengatur posisi kepala bayi yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi tubuhnya. Hal ini dilakukan agar bayi lebih mudah menelan air susu dan memperkecil kemungkinan tersedak. Setelah posisi bayi sudah benar, maka selanjutnya dekatkan payudara kepada bayi. Ingat, waktu paling tepat untuk mendekatkan bayi ke payudara adalah saat bayi mulai membuka mulutnya dengan lebar. Selain itu pastikan juga posisi lidah berada di bagian bawah ya Bunda..

  • Lakukan Perlekatan yang Benar


Langkah terakhir dalam cara menyusui yang benar agar puting susu tidak lecet adalah dengan melakukan perlekatan dengan benar. Mulut bayi harus melekat dengan sempurna dan benar ke payudara Bunda. Usahakan agar seluruh bagian puting bisa masuk ke dalam mulut bayi. Bunda harus tahu, perlekatan yang benar ini akan membantu mengurangi rasa nyeri atau sakit pada payudara Bunda. Selain itu perlekatan yang benar juga bisa menghindarkan kemungkinan terjadinya puting susu yang lecet khususnya saat buah hati sudah atau akan memiliki gigi.

Posisi Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar


Setelah mengetahui tentang cara menyusui buah hati dengan benar agar puting tidak lecet, maka selanjutnya kita akan mengulas tentang posisi menyusui bayi baru lahir yang benar. Beberapa dari Bunda pasti pernah mengalami ketidaktahuan tentang posisi menyusui yang benar. Faktanya, anda bisa meminta bantuan kepada dokter, bidan atau orang tua yang berpengalaman untuk mengetahui cara menyusui bayi baru lahir yang benar.

Untuk memudahkan Bunda dalam proses menyusui, berikut ini adalah beberapa posisi menyusui bayi baru lahir yang benar:

  • Membuai


Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar pertama adalah posisi membuai. Untuk mendapatkan posisi ini, Bunda bisa menggunakan kursi atau bantalan untuk menopang bagian punggung Bunda. Tempatkan kepala bayi pada lekukan lengan Bunda sehingga mulut bayi bisa sejajar dengan posisi puting payudara. Lalu gunakan sisi tangan Bunda yang lain untuk memgang bagian pantat bayi.

Satukan tangan kiri dan kanan Bunda untuk menarik tubuh bayi agar lebih dekat dengan dada atau payudara Bunda. Sebisa mungkin, Bunda harus berusaha agar perut bayi bisa melekat dengan perut Bunda, sementara bagian pinggul dan bahu bayi dalam posisi lurus.

Posisi membuai ini pada dasarnya sangat disarankan untuk Bunda yang melewati proses persalinan normal. Bunda bisa menggunakan posisi ini saat melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) ataupun setelah Bunda mulai pulih. Selain itu, posisi membuai ini juga bagus untuk bayi berusia satu bulan ke atas atau saat bayi sudah memilki otot leher yang kuat. Bagi Bunda yang melewati persalinan secara Caesar sebaiknya menghindari posisi menyusui ini karena posisi bayi akan menekan perut secara berlebihan.

  • Cross Hold

Posisi menyusui yang kedua ini merupakan posisi menyusui sambil duduk. Bunda harus menggunakan bantal untuk menopang punggung. Kemudian angkat lutut Bunda sehingga Bunda bisa menyilangkan salah satu kaki ke sisi kaki yang lain. Lalu, gunakan bantal pada bagian bawah bayi sehingga lengan Bunda tidak terlalu kaku/tegang saat memegang posisi bayi.

Setelahnya, atur agar bagian perut bayi berada di atas dada Bunda sehingga mulut bayi bisa lebih mudah dalam menggapai puting payudara. Jika Bunda sudah merasa nyaman, maka proses menyusui bisa dilakukan. Usahakan agar Bunda tetap rileks dan santai dalam menyusui bayi dengan posisi ini agar bayi juga merasa nyaman saat menyusu.

Posisi menyusui sambil duduk ini pada dasarnya cocok untuk digunakan oleh Bunda yang melewati persalinan normal. Bunda yang melewati persalinan Caesar juga bisa menggunakan  posisi ini jika luka sudah mengering.

  • Football Hold


Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar ketiga adalah dengan posisi foolball hold atau posisi membawa bola. Untuk posisi ini, Bunda menggunakan kursi atau bantalan untuk menopang bagian punggung Bunda. Kemudian, gunakan juga bantal untuk menopang tubuh bayi dan letakkan bayi di atas bantal. Lalu, letakkan kepala bayi di sisi bagian bawah tangan Bunda sesuai dengan sisi payudara yang akan digunakan untuk menyusui.

Setelahnya, letakkan satu lengan Bunda untuk menopang kepala bayi dan membawa mulut bayi untuk dekat ke puting payudara. Gunakan sisi tangan Bunda yang lain untuk memegang payudara agar bayi tidak tersedak saat menyusu.

Posisi football hold ini cocok untuk Bunda yang melahirkan secara Caesar, bayi yang lahir dengan berat badan rendah, Bunda yang memiliki payudara besar dengan puting datar dan juga Bunda yang melahirkan bayi kembar.

  • Lying Down


Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar keempat adalah lying down atau sambil tidur miring satu sisi. Buat diri Bunda nyaman berbaring pada salah satu sisi payudara di mana Bunda ingin menyusui bayi. Kemudian tempatkan kepala Bunda pada bantal dengan posisi yang lebih tinggi. Tempatkan posisi bayi pada sisi payudara yang ada di bagian bawah sehingga bayi bisa berada sedekat mungkin dengan puting.

Lalu, gunakan lengan bagian bawah Bunda untuk menopang kepala bayi dan membawa mulut bayi mendekat ke payudara. Kemudian, gunakan sisi tangan Bunda yang lain untuk membantu bayi mendapatkan posisi puting payudara yang tepat sehingga bayi bisa menghisap ASI dengan baik.

Posisi lying down ini sangat cocok untuk Bunda yang menjalani persalinan normal. Bunda bisa menggunakan posisi ini untuk menyusui bayi di malam hari. Bagi Bunda yang melahirkan secara Caesar sebaiknya menunggu luka mengering/sembuh sebelum mencoba posisi ini.

Keempat posisi menyusui di atas merupakan posisi terbaik untuk menyusui bayi karena selain membuat nyaman, posisi tersebut juga tidak akan membuat bayi tersedak. Sangat penting bagi Bunda untuk mengetahui posisi menyusui agar bayi tidak tersedak, mengingat hingga saat ini ada beberapa kasus memprihatinkan di mana bayi meninggal di pelukan ibunya saat menyusu. Karena itulah, edukasi tentang cara menyusui yang benar, posisi menyusui hingga pengetahuan lain yang berkaitan dengan cara Bunda merawat buah hati sangatlah penting untuk dimiliki.

Ayo Bunda kita menjadi ibu yang bijak dan pintar dalam merawat buah hati..

Leave a Comment